“To create a long lasting love of reading..”

“Buku-buku ini mengembalikan peran pendidikan kepada orangtua, neng..” Ujarnya. Aku mendengarkan, sambil mengira ngira jumlah sisa tabungan. Cukupkah?..

“Semua anak pada dasarnya cerdas, tinggal kita yang menstimulasi. Salah satunya dengan cara ini. Ingat lho neng, Ibu itu madrasah pertama dan utama untuk anak2nya..”

Aku mengangguk, tersenyum sedikit. “Setelah bekerja seharian? Semoga energiku masih ada..” Kataku dalam hati.

Well, akhirnya.. Memang tak ada penyangkalan yang perlu kusampaikan; dan dari kisah tadi, izinkan saya membaginya untuk semua..

Untuk semua orang tua yang ingin mendapatkan kembali hak dan perannya, mendidik anak anak.

Selamat bercerita..

“Bercerita bukanlah untuk meninabobokan anak. Cerita adalah untuk mengisi sukma mereka..”  (Paul Jennings)

Iklan

Posted on Agustus 10, 2011, in its mine :D, teh yulan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. waktu bayi kita yang semangat membacakan,gedean dikit w anak yg merajuk ingin dibacakan kitanya yg maas membacakan 😦 (pengalaman ini mah) tetep hrs jga spirit!

balas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: