Kutukan Ratu Chandani

Kutukan Ratu Chandani

Written by Ary Nilandari

Boneka cantik itu didapatkan Mama dari Nenek. “Waktu kecil, Mama tidak suka boneka. Mama malah baru ingat setelah Nenek membawanya kemari. Kebetulan, kau suka boneka, Marsha. Dia cocok untukmu.”

“Nenek merawatnya dengan baik ya Ma..” Marsha membelai rambut bonekanya. Hitam panjang bergelombang. Tubuhnya jauh lebih besar daripada Barbie.

“Siapa namanya Ma?”
“Entahlah. Kaunamai saja sendiri.”

Marsha membawa boneka itu ke kamar dan memperkenalkannya kepada boneka-bonekanya yang lain. “Teman baru kalian ini namanya Devika.” Nama itu tersebutkan begitu saja. Ya, tampaknya cocok. Ditatapnya Devika. Marsha baru sadar, wajahnya tidak riang seperti boneka umumnya. Apa cerita dibalik wajah murung ini?

Jauh dari dunia Marsha, di sebuah negeri tanpa waktu, Pangeran Narayan sedang berduka. Devika, gadis desa yang dicintainya tak bisa ditemukan. Seluruh pelosok negeri sudah ia jelajahi.

Narayan curiga, Ratu Chandani melakukan sesuatu terhadap Devika. Menurut tradisi kerajaan, calon pasangan pangeran atau putri harus diuji dulu. Ujiannya bermacam macam. Ratu yang menentukan.

“Apakah ini ujian dari ibu?” tanya Narayan.

“Kukutuk ia masuk ke dalam boneka”

“Ibu!” Narayan menjadi marah. Itu jenis ujian terberat. “Kenapa ibu sekejam itu? Ibu kan tahu, Devika gadis yang baik.”

“Narayan, jangan ragukan tindakanku!” bentak Ratu. “Kalau dia memang baik dan cocok untukmu, dia akan keluar dengan sendirinya. Tunggu saja.”

“Dimana boneka itu?” Narayan masih gusar.

“Ibu lempar ke dunia modern.”
Oh, tidak! Narayan menjadi lemas.

(bersambung… :D)

Iklan

Posted on Agustus 11, 2011, in its mine :D, teh yulan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Perasaan bagian bersambungnya bukan disitu da…

balas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: