Kutukan Ratu Chandani (habis)

Written by Ary Nilandari

 

Kenapa bukan melawan monster? Seperti pangeran yang meminang adiknya. Ujian itu mudah dilewati. Kenapa untuk Devika justru ujian tersulit? Terperangkap dalam boneka saja sudah berat, apalagi dilempar ke dunia modern.

“Karena kau seorang putra mahkota,” kata Ratu. “Seorang calon permaisuri harus sanggup menghadapi ujian apapun!”

Devika akan bebas dari kutukan jika pemegang boneka menebak kisah hidupnya dengan tepat.

Seandainya Devika di dunia lama, peluang bebas mungkin lebih besar. Banyak anak masih membuat mainan sendiri. Boneka cantik menjadi mainan berharga. Mereka akan memainkannya dengan senang. Mengarang aneka cerita tentangnya. Mungkin salah satu cerita itu tepat.


Tapi, di dunia modern? Harapan Narayan tipis. Pernah didengarnya, anak-anak di dunia itu kurang imajinatif. Mereka lebih suka menonton televisi, atau bermain game komputer. Bagaimana bisa menebak kisah hidup Devika? Jangan jangan, bonekanya malah tergeletak dan berdebu.

Narayan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia hanya bisa menunggu. Biarpun hidup di dunia tanpa waktu, menunggu dengan cemas tidaklah menyenangkan. Ia mengkhawatirkan keadaan Devika.

Di dunia modern, Marsha memeluk Devika. “Kau tak boleh murung, kini aku yang menemanimu. Kata Nenek, Mama dulu kelelakian. Mainannya bola dan ketapel. Hihi.. pasti bingung diberi boneka secantik kau, Devika.”

Marsha menatap Devika. “Kukira.. Hm.. Aku tahu apa yang membuatmu sedih. Kau berpisah dengan pangeran, kan? Hm.. Siapa namanya? Ia pangeran tampan dan gagah. Kunamai Narayan saja..”

Marsha tak melihat sekerlip cahaya muncul di mata Devika. Dia asyik mengarang cerita. “Devika.. Kau terperangkap dalam boneka ini karena kutukan ibunda pangeran…”

Tanpa Marsha sadari, cahaya mata Devika semakin terang. Wajahnya berubah riang. Devika terbebas dari kutukan Ratu. “Terima kasih Marsha, kini aku bisa kembali…”

-THE END-

Iklan

Posted on Agustus 13, 2011, in its mine :D, teh yulan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. akhir ceritanya kurang seru….terlalu pendek. Padahal ideu ceritanya bagus pisan! Ideu baru yang segar tapi kalau eritanya agak panjang sedikit mah pasti lebih berkesan dan membekas.

balas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: